I'tikaf

I'tikaf iktikaf

I'tikaf, itikaf (bahasa Arab, الاعتكاف) adalah berdiam atau menetap di dalam masjid dengan tujuan melakukan ibadah pada Allah baik satu macam ibadah atau beberapa macam ibadah yang disunnahkan seperti berdzikir, membaca Al-Quran, shalat sunnah dan tafakkur.

DAFTAR ISI
  1. Definisi I'tikaf
  2. Dalil Dasar Sunnahnya Iktikaf
  3. Hukum I'tikaf
  4. Waktu I'tikaf
  5. Tujuan I'tikaf
  6. Syarat I'tikaf
  7. Perkara yang Membatalkan I'tikaf

DEFINISI I'TIKAF

Secara etimologis i'tikaf (bahasa Arab, الاعتكاف) menurut kitab Al-Fanni adalah menetap dan tinggal di suatu tempat. Ia berasal dari akar kata masdar (verbal noun) عكف a-k-f.

Dalam terminologi syariah i'tikaf adalah tinggal di dalam masjid dengan niat ibadah dengan syarat-syarat tertentu (إقامة في المسجد على نيَّة العبادة بشروط معيَّنة ).

DALIL DASAR SUNNAHNYA I'TIKAF

1. QS Al Baqaran 2:187

ولا تباشروهن وأنتم عاكفون في المساجد
Artinya: Dan janganlah kamu campuri mereka (istri-istri kalian) itu, sedang kalian beri’tikaf di dalam masjid-masjid.

2. Hadits sahih riwayat Bukhari

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ فِي كُلِّ رَمَضَانٍ عَشْرَةَ أَيَّامٍ فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا
Artinya: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu beri’tikaf pada bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Namun pada tahun wafatnya, beliau beri’tikaf selama dua puluh hari.

3. Hadits sahih Bukhari dan Muslim

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

HUKUM I'TIKAF

Hukum i'tikaf adalah sunnah yakni mendapat pahala apabila dilakukan tapi tidak berdosa apabila ditinggalkan.

Imam Ahmad berkata: لا أعلم عن أحد من العلماء إلا أنه مسنون
Artinya: Aku tidak tahu seorang ulama pun yang tidak mengatakan bahwa i'tikaf itu sunnah.

Zuhri mengatakan: عجباً للمسلمين ! تركوا الاعتكاف ، مع أن النبي صلى الله عليه وسلم ، ما تركه منذ قدم المدينة حتى قبضه الله عز وجل
Artinya: Aneh kenapa banyak umat Islam tidak i'tikaf padahal Nabi selalu melakukannya sejak hijrah ke Madinah sampai Rasulullah wafat.

WAKTU I'TIKAF YANG PALING UTAMA

Pada dasarnya i'tikaf itu sunnah dilakukan sepanjang waktu. Namun, 10 hari terakhir bulan Ramadhan adalah yang paling utama berdasarkan hadits di atas.

TUJUAN I'TIKAF

I'tikaf bertujuan untuk menetapkan hati dan keimanan pada Allah, berkhalwat (berduaan) dengan-Nya, berkumpul dengan-Nya, memutuskan diri dari kesibukan duniawi, menyibukkan diri hanya pada Allah, menghadapkan hati padaNya.

Diharapkan setelah i'tikaf, keimanan akan semakin meningkat apabila demikian maka kondisi mental akan semakin stabil dan tenteram.

SYARAT-SYARAT I'TIKAF

Dalam kitab Fathul Qorib disebutkan bahwa syarat i'tiqaf ada 2 (dua) yaitu:

1. Niat yaitu "Saya niat iktikaf karena Allah" (نويت الاعتكاف لله تعالي). Sedangkan untuk i'tikaf nadzar maka niatnya harus ditambah sebagai berikut: "Saya nit i'tikaf nadzar/fardu karena Allah"
2. Tinggal dalam masjid. Adapun masa tinggalnya tidak boleh terlalu sebentar, misalnya sedetik dua detik. Tapi harus tinggal menurut pengertian umum orang tinggal.

I'tikaf dianggap tidak sah apabila tidak memnuhi syarat di atas.

SYARAT MU'TAKIF (ORANG YANG I'TIKAF)

Adapun orang yang iktikaf (muktakif) adalah sebagai berikut:

1. Islam
2. Berakal sehat.
3. Suci dari hadats besar yaitu haid, nifas, janabah (junub).

Maka tidak sah i'tikafnya orang kafir, orang gila, wanita haid, perempuan nifas dan orang junub.


PERKARA YANG MEMBATALKAN I'TIKAF

Ada tiga hal yang membatalkan i'tikaf

1. Jimak/Wati' (hubungan intim/senggama) antara suami adalah hal yang membatalkan i'tikaf dengan catatan apabila (a) dia ingat bahwa ia sedang i'tikaf; (b) tahu bahwa jimak saat i'tikaf itu haram dan membatalkan i'tikaf.

Adapun apabila bersentuhan antara suami-istri saat i'tikaf walaupun syahwat maka hukumnya tidak membatalkan i'tikaf kecuali apabila samlpai keluar mani (sperma).

2. Murtad (keluar dari agama Islam).
3. Mabuk.

=================
CATATAN DAN RUJUKAN

1. Al-Qur'an dan Hadits
2. Kitab Fathul Qorib
3. Raudhah Imam Nawawi
4. Al-Hawil Kabir Al-Mawardi Al-Bashri
5. Al-Umm Imam Syafi'i

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

1 comment:

  1. adakah dalil yg menyebutkan bahwa niat harus di ucapkan.

    ReplyDelete

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!