Sunday, September 27, 2015

Pria Idaman Lain dalam Rumah Tangga


Pria Idaman Lain dalam Rumah Tangga
PRIA IDAMAN LAIN DALAM RUMAH TANGGA

Ada seorang wanita yang sudah bersuami dan memiliki anak sepasang. Mereka tinggal dirumah orang tua si wanita. Hubungan rumah tangga mereka dari awal pernikahan memang kurang harmonis lantaran si suami kurang perhatian dan sebagainya kepada si istri. Semua urusan rumah tangga sampai anak, istri dan ibu mertua suami yang mengurus semuanya. Padahal sebelum menikah si suami berjanji untuk membahagiakan si istri dan membantu pekerjaan rumah tangga berduaan. Mereka sama sama mempunyai pekerjaan di tempat kerja mereka.

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. PRIA IDAMAN LAIN DALAM RUMAH TANGGA
  2. WAS-WAS NAJIS MUGHOLAZHOH
  3. MAKANAN PEMBERIAN KORUPTOR
  4. PENAMPAKAN PRIA TAK DIKENAL, APAKAH JODOH SAYA?
  5. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

Si suami bila ada mau nya (melakukan hubungan badan) baru mau membantu si istri. Setelah si suami dapat itu besok besok nya si suami lupa lagi dengan apa janjinya. Sampai saat ini suami masih seperti itu dan tidak mau berubah. Bahkan si istri telah memperingatkan suami. Suami bila mau membantu istri apabila sudah ada mau nya. Lalu si suami menjawab itu kan kebutuhan biologis. Dalam 1 minggu suami berubah. Berikutnya lagi suami lupa.

Sampai sampai akhirnya si wanita ada teman dekat dengan seorang pria muda yang sudah dianggap adik oleh wanita itu. Lama kelamaan mereka sangat dekat sudah seperti saudara. Pria tersebut tahu dengan keadaan rumah tangga si wanita. Awalnya mereka biasa biasa saja. Semua perhatian dan kasih sayang di dapat wanita dari si pria itu. Si wanita sering menangis masalah rumah tangganya. Si pria itu tetap meyakinkan untuk tetap bersabar.

Lama kelamaan timbul lah benih benih cinta diantara mereka berdua, sampai mereka melakukan hubungan badan. Akhirnya si pria meminta si wanita untuk menceraikan si suami dan menikah dengannya. Wanita menjawab mau menikah dengan pria itu. Akhirnya wanita tidak mau mengurus si suami lagi. Setiap suami minta, istri menolak, bahkan suami memaksa si istri sampai sampai istri tersakiti. Istri sudah menjelaskan kepada suami untuk meninggalkannya dan suami tetap tidak mau meninggalkan istrinya.

Perjanjian antara si wanita dan pria itu. Setelah wanita itu bercerai mereka ingin benar benar bertaubat dulu baru mereka menikah yang syah sesuai syariat agama. Mereka tidak ingin mengulangi dosa yang telah mereka perbuat. Tetapi masalahnya sekarang ini si suami tidak mau meninggalkan si istri tersebut. Si istri tidak mempunyai rasa apapun kepada si suami dan itu sudah dijelaskan kepada suaminya. Suami tetap berkeinginan tidak mau meninggalkan istrinya dan anak anaknya. Si istri tetap tidak ingin melanjutkan hubungan rumah tangga dengan suaminya.

1. Langkah dan jalan apa yang harus mereka ambil menurut agama??
2. Lalu si pria harus bagaimana??

Mohon pencerahannya, masukannya dan sebagainya. Agar tidak mengulangi dosa yang terus menerus. Kami ingin bertaubat.
Terima kasih


JAWABAN

1. Hubungan "persaudaraan" antara anda dan pria yang anda anggap "saudara sendiri" dan berakhir dengan hubungan zina itu adalah kisah klasik yang selalu terulang. Bahwa anda berdua ingin bertaubat itu sudah bagus. Sebelum kasus anda dengan suami berakhir di perceraian, maka sebaiknya hentikan hubungan asmara anda dengan pria itu agar tidak menambah dosa dan sebagai langkah nyata untuk bertaubat. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

Kalau anda sudah tidak ada lagi rasa cinta pada suami dan suami tak mau menceraikan, maka kami rekomendasikan untuk melakukan gugat cerai ke pengadilan agama. Kalau gugatan cerai diluluskan, maka hukumnya sah walaupun tanpa kehadiran atau persetujuan suami. Anda bisa meminta tolong pada perangkat desa terkait atau pengacara untuk memuluskan urusan gugat cerai ini agar berjalan lebih cepat. Baca juga: Gugat Cerai karena Tidak Cinta

Sementara itu, selagi anda masih berstatus sebagai istri maka anda harus memenuhi kewajiban seperti taat pada suami dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar syariah.

2. Pria pacar anda itu kalau memang menyesali perbuatannya maka hendaknya tidak mengulangi lagi dan memutuskan segala bentuk komunikasi dengan anda sampai urusan anda dengan suami beres agar tidak menambah dosa-dosa besar. Karena, semakin banyak dosa yang dilakukan semakin jauh anda dari rahmat Allah dan rasa tenang. Baca detail: Baca: Dosa Besar dalam Islam
___________________


WAS-WAS NAJIS MUGHOLAZHOH

Assalamualaikum wr wb
ustadz saya mau menanyakan kegundahan saya, begini ustadz sekitar 6 bulan lalu saya
berjalan dilantai yang ternyata banyak jejak anjing, saya antara iya atau tidak
menginjak jejak anjing, tapi saya was was karena lantai itu baru saja dipel
(basah). seturunnya dari lantai itu saya langsung menggosokkan berkali kali sepatu
saya ke tanah yang lembab karena saat itu musim hujan, kemudian saya masuk keruangan lalu masuk ke kamar mandi saya cuci sepatu saya 7 kali berhubung disepatu saya masih ada tanah, kemudian saya keluar mengambil tanah lalu saya cuci lagi sepatu saya 7 kali salah satunya dengan air bercampur tanah, kemudian lantai didepan kamar mandi saya siram 7 kali (7 gayung) salah satunya dengan air tanah karena khawatir tertular najis , walaupun tidak terlihat warna, bau, rasa, yang saya jadi gundah:

1. apakah dengan saya sudah menggosokkan ketanah sepatu saya sudah tidak menularkan najis? sehingga sebetulnya saya tidak perlu mensertu sepatu dan lantai yang saya
injak?

2. ketika keluar dari kamar mandi saya melewati lantai yang sudah saya siram 7 kali tetapi masih sedikit menggenang karena air keluar sedikit2 kearah kamar
mandi, apakah itu air dilantai yang saya basuh itu masih najis mugholazoh juga?
sehingga sepatu saya jadi najis lagi?

3. kemudian sepatu saya yang menginjak lantai dengan air basuhan itu apakah jadi
menularkan najis mugholazoh juga ke lantai yang saya injak selanjutnya?

Saya gundah ustadz karena saya bekerja disini setiap hari jalan dilantai ini, adapun kejadiannya sudah 6 bulan lalu.

mohon arahannya agar saya tidak gundah lagi tetimakasih ustadz

JAWABAN

1. Sebenarnya kalau anda tidak merasa yakin telah menginjak bekas anjing, maka dalam keadaan ragu itu kembali ke hukum asal yakni suci. Apabila ini yang terjadi, maka sebenarnya anda tidak perlu melakukan apa yang sudah anda lakukan (cuci sepatu 7x dll).

2. Kalau merasa yakin telah menginjak najis anjing berdasarkan fakta, maka air bekas siraman najis anjing yang ketujuh itu hukumnya suci. Namanya air mustakmal. Sehingga sepatu anda yang terkena air itu hukumnya suci.

3. Tidak menularkan najis. Karena air bekas siraman yang ketujuh hukumnya suci (tapi tidak menyucikan).

Penting:

Kalau memang anda bekerja di kantor atau hidup di tempat yang sering dilewati anjing, maka sebaiknya anda mengikuti pendapat mazhab Maliki yang menyatakan bahwa anjing itu tidak najis baik badan, bulu, maupun air liurnya. Dengan begini, maka anda akan lebih merasa tenang dan nyaman dalam beribadah dan beraktivitas.

Baca detail: Hukum Najis Anjing Menurut Mazhab Empat


___________________


MAKANAN PEMBERIAN KORUPTOR

assalamualaikum... apabila dulu kita pernah menjadi perantara untuk melakukan suap dan kita sudah bertobat dan tidak mengulangi lagi,

1. bagaimana hukumnya makan makanan yang diberikan oleh orang yang menyuap walaupun kejadian suapnya sudah 3 tahun yang lalu, tetapi orang tersebut masih sering berkunjung dengan membawa makanan, halal kah makanannya atau haram, karena kami tidak tahu apakah makanan itu hadiah atau ucapan terima kasih karena pernah menolongnya dulu, mohon bantuannya, terima ksih

JAWABAN

1. Kalau dia memberikan makanan itu karena jabatan anda, maka itu termasuk dalam kategori gratifikasi yang hukumnya haram. Tapi apabila saat ini anda tidak menduduki jabatan apapun yang dapat membantunya, maka hadiahnya halal. Baca juga: Korupsi dalam Islam


___________________


PENAMPAKAN PRIA TAK DIKENAL, APAKAH JODOH SAYA?

Asalamualaikum.wr.wb

Sebelumnya saya berterimakasih kepada Bapak/Ibu ditempat, karena sudah menyempatkan diri untuk membaca e-mail saya.

Pertama saya akan bercerita. Entah sejak kapan saya menyadari bahwa di pikiran saya selalu ada bayangan sosok seorang pria. Saya tidak mengenalnya bahkan namanya saya tidak tahu.

Ia akan muncul ketika saya berada di titik lelah menjalani semua yang ada, namun kadang juga ia muncul saat saya merasa senang, namun saya juga merasa terganggu karena kemunculannya selalu tiba-tiba, saya tidak begitu jelas melihat wajahnya, namun ia selalu tersenyum pada saya.

Pertanyaan saya,
1. apakah itu jodoh saya yang telah dituliskan oleh Allah ?
2. apakah itu amalan baik saya saat saya meninggal ? atau apakah itu ?

Dengan adanya konsultasi ini semoga menjadikan sebuah pelantara atas jawaban yang selama ini saya cari.

Sekali lagi saya sangat berterimakasih karena sudah mau membaca e-mail saya :)

JAWABAN

1. Kalau dia adalah seorang yang berkepribadian baik, berperilaku saleh dan agamis, dan pekerja keras, maka dia adalah jodoh anda. Carilah orang seperti itu, baik dia muncul di hati anda atau tidak. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

2. Tidak ada hadis yang menjelaskan demikian.



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..