Sunday, October 04, 2015

Masuk Islam Melawan Ibu, Apa Durhaka?


Masuk Islam Melawan Ibu, Apa Durhaka?
MELAWAN IBU DEMI ISLAM APA DURHAKA?

Assalamualaikum wr wb pak ustad saya ingin bertanya kalau seorang anak dari non muslim ingin memeluk agama islam tetapi dilarang oleh ibu nya itu bagaimana ya? Apa kah anak itu durhaka kepada ibu nya?

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. MASUK ISLAM DITENTANG IBU, APAKAH DURHAKA?
  2. CARA BERSOSIALISASI YANG BAIK DENGAN TETANGGA
  3. SUMPAH DAN MENDOAKAN MATI ORANG TUA
  4. TAUBAT HARUS JANJI TIDAK MENGULANGI LAGI
  5. PUJI-PUJIAN SETELAH ADZAN
  6. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

Tidak patuh pada orang tua demi Islam adalah sikap terbaik yang sesuai dengan Islam. Dalam QS Al-Ankabut 29:8 Allah berfirman:

وَوَصَّيْنَاالْإِنسٰنَ بِوٰلِدَيْهِ حُسْنًا وَإِن جٰهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَآ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya: Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Kalau Anda jadi memilih Islam sebagai pedoman hidup dunia dan akhirat maka itu akan menjadi keputusan terbaik yang pernah Anda ambil. Dan itu tidak membuat anda menjadi anak durhaka karena tidak patuh pada larangan ibu sebagaimana disebut dalam Quran Surah Al-Ankabut 29:8 di atas.

Perlu diingat bahwa setelah anda masuk Islam, hubungan silaturahmi dan hubungan kekerabatan dengan ibu tetap harus dijaga. Baca detail: Hubungan Muslim dengan Kerabat Non-Muslim

Rasa hormat dan berbakti pada orang tua tetap harus dipelihara. Anda juga tetap harus taat pada orang tua selagi perintahnya tidak berlawanan dengan syariah Islam. Baca detail: Hukum Taat Orang Tua

Namun demikian, berbakti dan berbuat baik pada orang tua non-muslim itu tetap ada batasnya. Termasuk dalam wujud berbakti adalah mendoakan orang tua agar mendapat hidayah Islam dan agar murah rejeki. Hal ini dibolehkan selagi mereka masih hidup. Adapun kalau sudah meninggal, maka seorang muslim dilarang mendoakan orang tuanya yang non-muslim agar mendapat pengampunan Allah. Baca detail: Mendoakan Orang Tua Non-Muslim yang Sudah Meninggal

Setelah masuk Islam, anda dianjurkan untuk mempelajari ajaran dasar Islam yang lima terutama tatacara wudhu dan shalat 5 waktu karena inilah yang akan dilakukan setiap hari. Selain puasa Ramadan dan Zakat. Baca detail: Dasar-dasar Agama Islam

Yang tak kalah penting, kalau anda ingin belajar Islam melalui seorang ustadz, maka hindari ustadz dari kalangan Wahabi Salafi atau HTI (Hizbut Tahrir0 karena mereka dari kalangan radikal. Carilah ustadz dari kalangan NU (Nahdatul Ulama) yang umumnya moderat.
___________________


CARA BERSOSIALISASI YANG BAIK DENGAN TETANGGA

Assalamualaikum... saya mau bertanya ustadz, saya berumur 19 tahun, saya kos di rumah tetangga di sebelah tempat kerja, tapi saya kurang bisa interaksi dengan penghuni rumah, sehari-hari nya saya tinggal di tempat kerja, karna punya orang tua saya, hanya saat akan tidur barulah pulang ke tetangga.
1. saya bingung dan tidak tau cara bersosialisasi dengan penghuni rumah,. mohon saran dan solusi nya ustadz. terima kasih

JAWABAN

1. Yang pertama perlu dilakukan adalah berkenalan dengan para tetangga terdekat di sebelah kanan dan kiri rumah. Cara termudah adalah dengan mengundang mereka ke rumah dengan mengadakan acara makan-makan sederhana dengan mengundang para tetangga. Berapa jumlah tetangga yang akan diundang terserah kemampuan budget keuangan anda. Adapun isi acara undangan itu terserah anda. Bisa saja undangan syukuran sekaligus membaca Al-Fatihah dan Surah Yasin yang pahalanya untuk kerabat yang sudah meninggal. Jangan lupa dalam acara seperti itu anda hendaknya menunjuk seseorang ustadz yang nantinya akan menjadi pemimpin dalam prosesi tersebut. Jangan lupa cari ustadz yang berasal dari NU. Bukan dari Wahabi karena mereka akan menolak undangan selamatan seperti ini. Baca detail: Siapa itu Wahabi Salafi

Sebelum acara dimulai, anda bisa bertindak sebagai pembawa acara dan atas nama tuan rumah sekaligus memberitahu para hadirin bahwa anda anggota baru di kampung ini, ingin menyambung silaturahmi dengan para hadirin, dan bahwa sebagai anak muda anda mohon bimbingan dari pada tetangga yang usianya lebih senior dari anda, dll.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengikuti program yang dilakukan kampung tempat anda tinggal. Dan itu bisa ditanyakan pada pak RT/RW setempat. Namun cara pertama itu lebih baik dan lebih berkesan bagi lingkungan anda.

___________________


SUMPAH DAN MENDOAKAN MATI ORANG TUA

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Ustad/Ustadzah yang. Terhormat..

Saya ingin menanyakan. Jika seseorang bersumpah untuk menjanjikan sesuatu atas Nama Allah (demi allah). namun menggunakam Konsekuensi apabila dilanggar mau mati orangtua nya..

Pertanyaannya:
1. Apakah hal itu menyebabkan anak tersebut menjadi Durhaka ? Walaupun anak tersebut sebenarnya tidak bermaksud untuk durhaka.

2. Jika anak tersebut ingin membayar kafarat sumpah diatas., melihat ada konsekuennya yaitu mati orang tuanya.. Apakah konsekuennya tetap berlaku walau pun kafarat telah dibayar untuk membatalkan sumpah tersebut ?

3. Bagaimana membuat hati tenang? Karena mengucapkan sumpah seperti itu. Dulunya anak tersebut berani bersumpah dengan konsekuensi itu karena dia yakin tidak akan melanggarnya.. namun sekarang dia merasa bersalah. makanya dia ingin bayar kafarat itu, namun dia takut konsekuensi nya terjadi..

JAWABAN

1. Itu sama dengan mendoakan buruk orang tua. Walaupun doa itu tidak akan terkabul tapi kalau orangtuanya mendengar hal itu dia pasti akan sakit hati. Dan menyakiti orang tua itu berdosa. Untuk menebus dosa ini, maka hendaknya si anak meminta maaf pada orang tua dan juga pada Allah. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

2. Kafarat sumpah gunanya untuk mereka yang melanggar sumpah dan tidak melaksanakan sumpah. Bukan karena takut doa dalam sumpah itu terkabul. Doa buruknya itu tidak akan terkabul. Adapun kafarat pelanggar sumpah adalah sama dengan pelanggar nadzar yaitu memberi makan 10 orang miskin satu kali. Baca detail: Pelanggar Sumpah dan Nadzar

3. Supaya tenang lakukan langkah pada poin 1 dan 2 yakni meminta maaf pada orang tua dan mohon ampun pada Allah. Baca detail: Hukum Taat Orang Tua
___________________


TAUBAT HARUS JANJI TIDAK MENGULANGI LAGI

Assalamu'alaikum
Saya ingin bertanya kepada ustadz, saya pernah membaca beberapa artikel di situs al-khoirot tentang konsultasi agama, diantaranya tentang permasalahan janji, nazar, taubat nasuha, Dan juga tentang mengulangi perbuatan dosa setelah bertaubat.
Yang ingin saya tanyakan adalah,
1. apakah benar taubat harus berjanji tidak mengulangi perbuatan dosa lagi ?
2. Lalu apakah sumpah hanya sah bila diucapkan secara lisan ?
3. Apakah janji yang hanya dikatakan dalam hati saat bertaubat nasuha jika dilanggar harus membayar kaffarat ?
4. Apabila janji untuk tidak mengulangi perbuatan dosa diucapkan secara lisan seperti perkataan "Ya Allah, hamba berjanji tidak akan mengulangi perbuatan X" . apakah harus membayar kaffarat juga ?
Sekian pertanyaan Dari saya
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

JAWABAN

1. Iya. Baca detail: Cara Taubat Nasuha
2. Iya, sumpah sama dengan nadzar baru sah kalau diucapkan secara lisan. Baca detail: Nadzar dalam Islam
3. Ingkar janji tak perlu bayar kafarat tapi tetap dosa. Baca detail: Janji dalam Islam
4. Tidak perlu karena itu janji, bukan nadzar.

___________________


PUJI-PUJIAN SETELAH ADZAN

Assalamu'alaikum Pak ustad. Saya mau menanyakan perihal puji2an, sholawatan, bahkan lagu2 seperti ilir2, tamba ati dan sebagainya yang dilakukan setiap habis adzan atau menjelang sholat fardu berjamaah dengan menggunakan speaker bahkan dilagukan oleh para perempuan.

1. Bagaimana hukumya?
Atas perhatiaannya saya ucapkan terima kasih. Jazakumullahi khoiron. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

JAWABAN

1. Kalau dari segi bacaan maka tidak ada masalah asal tidak berlawanan dengan syariah.

2. Terkait dengan suara wanita maka mayoritas ulama mengatakan suara perempuan itu bukan aurat asal aman dari fitnah. Imam Nawawi dalam Raudoh Al-Tolibin menyatakan:

وصوتها ليس بعورة على الأصح لكن يحرم الإصغاء إليه عند خوف الفتنة وإذا قرع بابها فينبغي أن لا تجيب بصوت رخيم بل تغلظ صوتها قلت هذا الذي ذكره من تغليظ صوتها كذا قاله أصحابنا قال إبراهيم المروذي طريقها أن تأخذ ظهر كفها بفيها وتجيب كذلك
Artinya: Suara perempuan bukan aurat menurut pendapat yang paling sahih ...

Referensi dari madzhab Hambali, misalnya, lihat Syarah Al-Muntaha 3/22; Syarah Al-Iqna' 3/4; Ghayah Al-Muntaha 3/8; Al-Furu' 5/157.

BACA DETAIL:

- Hukum Selamatan
- Bid'ah Hasanah dan Dolalah



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..