Saturday, September 19, 2015

Cara Berbakti pada Orang Tua


Cara Berbakti pada Orang Tua yang Wafat
CARA BERBAKTI KE ORANG TUA YANG WAFAT

Assalamu'alaikum.wr.wb.
Yang saya hormati Kyai dan Ustadz di Pondok Alkhoirot, semoga Gusti Alloh senantiasa meridhoi Kyai dan Ustadz serta seluruh santri di Pondok Alkhoirot, Amin.

Saya ingin bertanya;

1. Bagaimana cara kita berbakti kepada kedua orang tua yang telah tiada dan contoh nyatanya? Bolehkah kita shodaqoh, sholat sunah, puasa sunah dan lain-lain dengan niat pahalanya diberikan kepada orang yang telah wafat, karena banyak juga ulama yang mengatakan cukup mendoakan saja? Mana yang lebih utama mendoakan saja atau mendoakan dan amal yang pahalanya diniatkan untuk orang yang telah wafat?

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. CARA BERBAKTI KE ORANG TUA YANG WAFAT
  2. TERLALU BANYAK RITUAL MISTIK DI RUMAH
  3. MENIKAHI WANITA TIDAK PERAWAN KARENA ZINA
  4. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM
2. Setelah sering saya membaca KSI Alkhoirot tentang waris, kalau tidak salah pemahaman saya setelah seseorang wafat, setelah selesai pengurusan jenazah, kemudian urusan hutang, terus urusan warisan termasuk wasiat. Tetapi ada dikeluarga kita dan banyak dilingkungan kita juga apabila ada salah satu kedua orang tua yang meninggal dunia, orang tua yang ditinggalkan tidak mau segera bagi waris walaupun semua anaknya sudah dewasa dan sering terjadi memang penggunaan harta waris yang mohon maaf "dzalim" diberikan/dibagikan kepada siapa yang disukai diantara anaknya dengan berbagai cara/modus.
Yang saya tanyakan, mana yang lebih baik kita mendiamkan karena takut menyinggung perasaan orang tua atau kita sampaikan kepada orang tua untuk segera dibagi harta warisnya?
Terima kasih


JAWABAN

1. Mendoakan dan beramal yang pahalanya dihadiahkan kepada orang tua merupakan cara yang baik untuk menunjukkan bakti kita kepada orang tua. Namun dengan tingkat frekuensi yang berbeda. Mengirim doa bisa dilakukan setiap shalat 5 waktu, sedangkan mengirim pahala amal dapat dilakukan secara berkala.

Baca detail:

- Hukum berbakti pada Orang Tua
- Sampainya pahala pada Orang yang Meninggal

2. Lebih baik disampaikan karena itu menyangkut hak orang lain. Siapa tahu orang tua tidak mengerti hukum, beda halnya kalau dia tahu hukum tapi sengaja menunda-nunda. Terlepas dari itu, cara terbaik mengkomunikasikan hal ini adalah dengan meminta orang lain yang dihormati orang tua agar memberi nasihat kepada mereka. Bukan kita yang menyampaikannya secara langsung untuk menghindari ketidaknyamanan internal. Tapi kalau anda dan orang tua biasa berkomunikasi secara akrab, maka tidak masalah anda menyampaikan sendiri secara langsung.

___________________


TERLALU BANYAK RITUAL MISTIK DI RUMAH

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,,,
Perkenalkan saya Anto ingin berbagi cerita sekaligus mengharapkan solusi dari Ustad/Ustazah. Saya lahir dari keturunan suku bugis yang identik dengan ritual-ritual yang menurut saya sudah menyimpang dari ajaran islam. Bagaimana tidak, setiap malam jumat saya selalu disuruh mengganti air-air yang ditaruh ditiang tengah rumah, saya tidak mengerti maksudnya apa.

Setiap bulan agustus saya diajak membuang benda/barang aneh kesungai seperti nasi yang berwarna-warni yang berbentuk buaya lengkap dengan kelapa muda, katanya untuk menghindari gangguan jin yang selalu mengikuti ibu saya. Bukan hanya itu, malam
ini saja saya melihat sendiri orang tua saya menyiapkan dua ekor ayam untuk dikorbankan, katanya untuk obat penyakit ibu saya.

Ibu saya ini sering sekali terkena penyakit, saya tidak tahu lagi itu disebabkan karena kesehatan yang menurun atau gara-gara gangguan jin. Tetapi saya yakin Allah dan Rasul-Nya tidak pernah mengajarkan cara pengobatan yang dilakukan orang tua saya itu.

Saya sedih, menangis, bergetar hati saya melihat orang tua saya setiap hari selalu berlumur dosa. Saya sebagai anak sampai malam ini selalu mengingatkan agar kembali kejalan yang benar. Tetapi karena orang tua saya dari kecil tidak pernah diajarkan ajaran agama yang benar, maka saya lah yang selalu dikatakan menyimpang dari ajaran agama islam, saya merasa dianggap anak durhaka, tidak punya adat, dan banyak
perkataan-perkataan yang merobek hati saya.

Demi Allah, saya takut orang tua saya termasuk golongan penghuni neraka dan saya sendiri pun takut akan ikut bersama dengan orang tua saya.

Pertanyaan saya :
1. Orang tua saya mendapatkan ajaran dari orang tuanya dahulu jadi sebenarnya orang tua saya seperti orang yang dari awal tidak punya arah, Apakah orang tua saya mendapatkan dosa orang Syirik atau orang tuanya yang mendapatkan dosa itu karena mengajarkan ajaran yang salah?

2. Jika benar orang tua saya mendapatkan dosa orang Syirik, Apakah saya juga akan mendapatkan dosa orang Syirik seperti orang tua saya, karena tidak berhasil membawa orang tua saya kejalan yang benar ?

Terima kasih sebelumnya kepada Ustad/Ustazah yang menjawab pertanyaan saya, semoga Allah selalu memberikan nikmatnya baik dunia maupun akhirat.
Wassalumalaikum Warahmatullahi Wabarkatuh ,,,

JAWABAN

1. Menghormati dan menghargai orang tua adalah wajib dalam Islam. Bahkan Islam mewajibkan kita menghormati dan berbuat baik (ihsan) pada orang tua walaupun mereka kafir selagi tidak mengajak atau menyuruh berbuat syirik. Dalam QS Al-Ankabut 29:8 Allah berfirman:
Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Pertanyaannya: apakah hal yang dilakukan orang tua anda termasuk perbuatan syirik seperti yang anda kira? Jawabnya adalah tidak termasuk syirik. Seseorang dianggap syirik apabila (a) mengubah yang haram menjadi halal, yang halal menjadi haram; (b) menyembah selain Allah seperti yang dilakukan orang kafir. Baca detail: Penyebab Syirik, Kafir dan Murtad

Adapun melakukan 'ritual' seperti mengganti air-air yang ditaruh ditiang tengah rumah dsb. itu tidaklah termasuk ritual yang membuat pelakunya dicap sebagai syirik atau musyrik. Memang, ritual seperti itu tidak ada dalam ajaran Islam, tapi melakukan sesuatu yang tidak ada dalam Al-Quran dan Sunnah tidak otomatis membuat pelakunya menjadi musyrik. Ulama salaf berpendapat bahwa memakai jimat itu dibolehkan dengan syarat-syarat tertentu. Baca detail: Hukum Jimat dan Susuk dalam Islam

Anggapan anda yang mengecap orang tua berbuat syirik mungkin disebabkan anda terlalu banyak membaca artikel yang ditulis oleh para ustadz Wahabi atau mendengarkan pengajian mereka yang sangat radikal. Pesan kami: hati-hati dengan Wahabi Salafi.

Baca detail:
- Wahabi Gerakan Neo Khawarij Berbahaya
- Pandangan Ulama tentang Wahabi Salafi

2. Seperti diterangkan di poin no. 1, tidak benar orang tua anda mendapatkan dosa syirik. Kalau anda menyukai agama, kami sarankan agar anda memperdalam atau menambah wawasan agama dengan membaca artikel-artikel yang ditulis oleh kalangan ulama yang bukan Wahabi yakni para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) . Idealnya, anda belajar ke pesantren yang dikelola ulama NU agar tahu hukum syariah yang sebenarnya berdasarkan pandangan ulama salaf. Baca detail: Beda Pesantren Salaf, Modern dan Wahabi

___________________


MENIKAHI WANITA TIDAK PERAWAN KARENA ZINA

Assalamu'alaikum.wr.wb. Pak saya saat ini sedang menjalani masa ta'aruf dengan wanita, dan saya serius untuk nikah dengan dia, dan saat ini saya sudah berjalan dua minggu menjalin hubungan dgn dia, saya selalu jaga dia dengan baik (baca;tidak macam2), dan kita selalu untuk saling mengingatkan kepada kebaikan, Saya sangat mencintai dan menyayangi dia pak. Kemarin saya coba untuk menanyakan lagi tentang keluarga dia, dan latar belakang dia. ketika bercerita masalah masa lalu dia, Ada hal yang membuat saya sakit.. ternyata dia sudah pernah melakukan perbuatan zina berkali2 dengan mantan2nya sampai dia pernah hamil 3 bulan, waktu itu dia mau dinikahkan dengan pacarnya itu, tapi kakaknya ga setuju karena takut di dahului, ahirnya pernikahan batal dan dia menggugurkan kandungannya itu. Dan pacarnya yg dulu itu sekarang sudah nikah dengan wanita lain.

Dan sekarang walaupun di awal saya niat untuk serius nikah, sekarang saya masih sedikit ragu, batin saya terasa perang dan sakit. tapi saya sangat sayang sama dia.

1. Apakah saya lanjutin keseriusan saya ini, atau saya cari yang lebih baik dari dia??
Terimaskih sebelumnya pak.
wassalamkm wr.wb

JAWABAN

1. Kalau anda seorang yang tidak pernah berbuat zina, maka sebaiknya carilah yang lebih baik dari dia agar lebih sepadan dan lebih menjamin kenyamanan serta menghindari titik konflik di masa mendatang. Kesalahan masa lalunya itu akan menjadi pemicu yang akan terus menghantui rumah tangga anda berdua nantinya.

Tapi kalau anda juga pernah berbuat sama, yakni pernah berzina, maka dia cukup sepadan dengan anda kalau memang saat ini dia sudah bertaubat.

Secara syariah menikahi wanita pernah zina tidak masalah. Baca detail: Bolehkah Menikahi Wanita Pernah Zina Tapi Taubat



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..