Sunday, March 06, 2016

Rejeki, Jodoh, Mati Sudah Ditentukan?


Rejeki, Jodoh, Mati Sudah Ditentukan?
TAKDIR, REJEKI, JODOH DAN MATI

Kalau rejeki, jodoh, kematian sudah ditentukan, lalu mengapa kita masih harus berusaha?

Yang saya ta'dzimkan para Kyai dan Ustadz di pondok pesantren Al-khoirot, semoga Gusti Alloh senantiasa melimpahkah rohmat, taufiq, hidayah dan maghfirohNYA kepada kita semua. Amin. Sebelumnya saya mohon doanya para Kyai dan Ustadz ya.

1. Pak Ustadz, kalau memang jodoh, rejeki dan maut sudah ditentukan/ditakdirkan lalu untuk apa kita kerja keras sedang rejeki kita sudah diatur oleh Alloh, mohon penjelasannya?

2. Dalam berwiraswasta saya berjuang untuk sehalal mungkin tapi saya belum mampu menghindari suap untuk mendapatkan proyek (apalah istilahnya, yang fee marketing, entertaint dll yang jelas bukan lillahi ta'aala). Mohon sarannya ustadz!

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. KALAU REJEKI DAN JODOH SUDAH TAKDIR, MENGAPA KITA HARUS BERUSAHA?
    1. HUKUM SUAP UNTKU MENDAPAT PROYEK
    2. REJEKI DAN KETAATAN PADA AGAMA
    3. DOA LANCAR REJEKI
  2. MUALAF TINGGAL BERSAMA KELUARGA KRISTEN FANATIK
  3. KONFLIK DENGAN AYAH GARA-GARA IBU TIRI
  4. CARA KONSULTASI AGAMA

3. Sering terjadi pada teman-teman kita yang biasa berbuat maksiat main perempuan "zina" dll ( mohon maaf bukan menuduh tapi dari cerita-cerita mereka sendiri dan kita lihat secara dhohir) justru rejekinya mengalir deras sedang yang menjaga dan berusaha mencari yang halal seolah ada saja rintangannya, hambatannya tidak berhenti-berhenti, mohon pencerahannya pak Kyai, apa ada yang salah dengan keadaan ini untuk menguatkan semangat kita tetap pada jalan yang diridhoi Gusti Alloh?

4. Saya pernah mohon ijazah ke Kyai doa mudah rejeki tapi sebagian tidak ada harokatnya, saya sudah tanya ke Ustadz kenalan saya tapi kurang sempurna kasih harokatnya. Mohon kalau pak Kyai/Ustadz berkenan kirim ulang lengkap dengan harokatnya untuk menambah keyakinan saya dan tidak was-was takut salah. Doanya "Allohuma inni as-aluka bismikal 'adzimil a'dhomil ajalil akromil.........dst

JAWABAN

KALAU REJEKI DAN JODOH SUDAH TAKDIR, MENGAPA KITA HARUS BERUSAHA?

1. Jodoh, rejeki dan kematian adalah takdir Allah. Baca detil dalilnya: Takdir dalam Islam
Tapi Allah juga menyatakan bahwa kita dapat merubah takdir itu atas kehendak Allah. Oleh karena itu, belajarlah yang rajin agar pintar, bekerjalah yang keras agar banyak rejeki, dan carilah wanita salihah agar dapat jodoh yang baik. Dalam QS Ar-Ra'd :39

يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ

Artinya: Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).

Dalam konteks inilah korelasi QS Ar-Ra'd :11
Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
Baca detail: Takdir dalam Islam


HUKUM SUAP UNTKU MENDAPAT PROYEK

2. Kalau perusahaan kita sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan suatu proyek, maka menjadi hak kita mendapatkan proyek tersebut. Apabila untuk mendapatkan hak itu kita dizalimi dengan cara harus membayar pungutan liar (fee, dll), maka hukumnya boleh bagi kita dan haram bagi mereka (pejabat pemegang ijin proyek). Baca detail: Korupsi dan Suap dalam Islam


REJEKI DAN KETAATAN PADA AGAMA

3. Rejeki tidak terkait langsung dengan maksiat atau tidak maksiatnya seseorang. Rejeki terkait dengan banyak hal yang bersifat duniawi seperti kecerdasan finansial, kekuatan insting, kemampuan dasar, kemampuan komunikasi, kekuatan modal, relasi, dll. Seandainya si pendosa yang lancar rejekinya itu berhenti berbuat dosa dan bertaubat, maka yakinlah rejekinya akan tetap lancar, tidak akan berubah. Begitu juga, seandainya orang agamis yang tidak lancar rejekinya itu berbuat dosa yakinlah rejekinya akan tetap seret. Seandainya Bill Gates sebagai orang terkaya sedunia itu masuk Islam lalu dia menjadi orang yang sangat taat apakah hartanya akan lenyap dan rejekinya akan seret? Jawabnya adalah tidak. Karena memang kesalihan perilaku dan lancar seretnya rejeki itu dua hal yang berbeda.

Syariah Islam dalam hal ini hanya mengingatkan agar seorang muslim dalam keadaan lancar rejekinya ataupun sedang seret rejekinya tetap dekat pada Allah, taat pada perintahNya dan menjauhi laranganNya. Dan untuk semua pilihan yang dilakukan (taat atau maksiat) akan ada konsekuensinya kelak di akhirat.

Baca juga:
- Rajin Ibadah Tapi Susah Rejeki Dan Jodoh
- Mengapa Kafir Kaya Raya Sedang Muslim Hidup Sengsara
- Rajin Ibadah Tapi Rezeki Susah


DOA LANCAR REJEKI

4. Baca doa berikut setiap selesai shalat untuk kelancaran rejeki berdasarkan hadits dari Aisyah:

اللَّهُمَّ فَارِجَ الْهَمِّ ، كَاشِفَ الْغَمِّ ، مُجِيبَ دَعْوَةِ المُضطَرِّينَ ، رَحْمنَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَرَحِيمَهُمَا أَنْتَ تَرْحَمُني فَارْحَمْنِي بِرَحْمَةٍ تُغْنِيني بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ المُلْكِ تُؤْتِي المُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ المُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ تُولِجُ اللَّيْلَ في النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ في اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ المَيِّتِ وَتُخْرِجُ المَيِّتَ مِنَ الحَيِّ وَتَرْزِقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ رَحْمنَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَرِحِيمَهُمَا تُعْطِي مَنْ تَشَاءُ مِنْهَا وَتَمْنَعُ مَنْ تَشَاءُ ، ارْحَمْني رَحْمَةً تُغْنِيني بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ

_______________


MUALAF TINGGAL BERSAMA KELUARGA KRISTEN FANATIK

Wassalamualaikum KSIA atau Konsultasi Syariah Islam Al-Khoirot

Saya muallaf islam, saya bertinggal di rumah keluarga kristen. Keluarga saya fanatik terhadap kristen daripada islam. Saya sendirian beragama islam di antara keluarga besar kristen.

Saya ingin bertanya pada anda. Anda diharapkan menjawab pertanyaan saya atas permasalahan saya agar saya akan menyelesaikan permasalahan secepatnya.

Permasalahan saya selama ini saya merasakan keberatan atau tidak enak badan saat saya bertinggal di rumah keluarga kristen karena tante dan ibu mengawasi keadaan saya. Ini tidak memberikan saya kebebasan untuk bersholat di tempat rumah ini. Ibu saya melarang saya memakai baju lengan panjang. Apalagi ibu saya berkata pada saya bahwa saya harus belajar dengan ustad yang bertinggal di sulawesi. Saya berkhawatir bahwa ustad dari sulawesi itu mungkin orang kafir karena alqurannya mengandung kemiripan dengan alkitab agar beliau mengembalikan saya kepada agama kristen. Sebenarnya saya tidak mau terhadap alquran palsu. Saya ingin memilih untuk bertinggal mandiri di Jakarta agar saya dapat bersholat dan juga berkumpul dengan saudara-saudari muslim baru jakarta tanpa gangguan keluarga saya lagi.
Saya sebenarnya tidak bahagia karena saya tertekan terus oleh ibu saya. Saya sedih sekali..saya tidak bisa bebas lagi.

Tetapi saya berharap saya ingin berpisah dengan ibu bapak saya karena saya memilih hidup muslim daripada kristen. Saya ingin tinggal di kost Jakarta dan bekerja atas pekerjaaan yang diberikan oleh ustad yg baik. Tetapi saya tidak pernah bekerja di orang lain. Saya sekarang membantu ibu saya kerja. Saya mengalami gangguan pendengaran.

Alhamdulillah saya sudah lulusan sarjana akuntansi. Saya harap ustad bisa membantu saya mencarikan pekerjaaan yang baik untuk saya di masa depan daripada saya mengganggur tidak memiliki pekerjaaan. Saya harus bekerja keras untuk membayar kost dan makan minum serta kebutuhan sehari-hari selama saya hidup mandiri tanpa tergantung lagi pada orang tua saya.

1. Mohonlah ustad bisa menjawab pertanyaan saya ini.

Terima Kasih sebanyak-banyaknya

JAWABAN

1. Langkah awal terbaik untuk menuju kehidupan yang tenang sebagai muslim adalah tinggal bersama keluarga muslim atau tinggal di lingkungan yang banyak muslimnya. Dan untuk menuju ke arah itu anda tidak harus pergi ke Jakarta. Anda bisa saja tetap tinggal di Sulawesi. Datanglah ke pesantren terdekat dan melamar pekerjaan di sana, ungkapkan situasi anda saat ini, maka insyaAllah mereka akan membantu anda. Minimal kalau mereka tidak bisa memberi pekerjaan, mereka akan memberi kontak orang-orang muslim yang dapat membantu anda. Selamat mencoba dan semoga beruntung.

Bagi pembaca yang membaca kisah ini dan ingin membantu akhwat tersebut mendapatkan pekerjaan yang baik, silahkan kirim email ke alkhoirot@gmail.com nanti akan kami teruskan ke yang bersangkutan.

_______________


KONFLIK DENGAN AYAH GARA-GARA IBU TIRI

Assalamu'alaikum WR.WB.

Pak Ustadz saya ingin menanyakan perihal masalah saya dan saudara-saudara saya dengan Ayah kandung kami, Ayah saya berumur 55 tahun, Ibu saya telah meninggal, saya memiliki 3 saudara perempuan semua, dan telah menikah, tinggal saya yang bontot yang belum menikah, dan Ayah menikah lagi dengan seorang janda beranak dua yang umurnya jauh dibawah umur Ayah saya,

dengan istri barunya Ayah saya memiliki anak 1 perempuan juga. Saya dan ketiga saudara saya tinggal merantau diluar kota.

Dari awal, kami kurang setuju dengan wanita pilihan Ayah kami, dan akhirnya terbukti setelah sekitar 10 tahun menikah, istri Ayah saya berselingkuh dengan banyak lelaki dari kampung kami, bahkan sudah melakukan perzinahan dirumah kami ketika Ayah saya tidak dirumah, .banyak saksi yang melihat, bahkan setelah diinterogasi akhirnya wanita tersebut mengakuinya.

Singkat cerita Ayah saya menceraikannya, adik saya ikut Ayah saya, kami (saya dan saudara-saudara saya) tidak ikhlas Ayah saya diperlakukan seperti itu, padahal kami berempat bersikap baik terhadapnya dan anak-anak nya yang lain.

Hingga 2 tahun berlalu, ternyata Ayah saya masih berhubungan dengan wanita tersebut, dan tanpa persetujuan kami, Ayah saya rujuk dengan wanita tersebut, banyak yang bilang Ayah saya telah diguna-guna oleh wanita tersebut, (Wallahu'alam). Ayah saya bahkan membohongi kami bahwa keputusannya itu sudah mendapat persetujuan pamong desa dan ulama di desa kami, padahal Ayah saya rujuk diam-diam.

Sampai saat ini, kami tidak bisa menerima wanita itu , bahkan hubungan kami (terutama saya) dengan Ayah saya agak renggang. hanya saja kami tinggal merantau di kota lain, sementara Ayah saya di desa.

Yang ingin saya tanyakan, :
1. Apakah saya berdosa jika sikap saya seperti ini Pak Ustadz? saya hanya bisa mendoakan Ayah saya untuk dilindungi dan disadarkan jika salah, jujur Ayah saya orangnya sangat egois dan tidak mau mendengarkan omongan orang lain.
2. Apakah Ayah saya berdosa karena rujuk, sementara salah satu syarat rujuk setau saya, salah satu harus sudah ada yang pernah menikah dengan orang lain lalu bercerai, apa benar Pak Ustadz?
3. Lalu sikap apa yang sebaiknya saya dan saudara-saudara saya ambil terhadap Ayah saya? karena Ayah saya selalu mengungkit-ungkit jasa-jasa nya dulu membesarkan kami, saya takut jika dianggap anak durhaka.

Demikian Pak Ustadz, besar harapan saya bisa mendapat jawaban dari Pak Ustadz atas pertanyaan saya tersebut.

JAWABAN

1. Ya, anda berdosa memusuhi ayah sendiri tanpa sebab yang melanggar syariah. Adalah hak ayah untuk menikah dengan siapapun, dengan perempuan yang anda suka atau tidak. Dalam hal ini anda tidak punya hak apapun secara syariah untuk tidak setuju. Yang anda punya adalah kewajiban untuk berbakti kepada orang tua yakni ayah dan ibu. Baca detail: Hukum Taat Orang Tua

2. Selagi belum talak 3 (tiga) maka boleh bagi suami untuk rujuk pada istrinya. baik dalam masa iddah atau setelah habis masa iddah. Hanya saja, kalau habis masa iddah, maka rujuknya harus melalui akad nikah baru. Adapun ketentuan harus setelah mantan istri menikah dengan pria lain itu dalam konteks apabila terjadi talak 3. Baca detail: Cerai dalam Islam

3. Sikap terbaik adalah hormati pilihan ayah walaupun anda tidak setuju dan tidak suka. Toh ayah melakukan hal yang halal, bukan berzina. Untuk itu, anda bersaudara harus datang ke ayah, nyatakan permintaan maaf dan ungkapkan persetujuan atas siapapun pilihan ayah sebagai istri. Pemberian maaf dari ayah itu penting bagi anda bersaudara. Karena, menyakiti orang tua dalam konteks ini dianggap anak durhaka. Dalam Islam durhaka pada orang tua adalah dosa besar. Baca detail: Dosa Besar dalam Islam



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..